Chapter 11 – N250R Bodykit (Basic Fiberglassing)

24 05 2009

Another article on 250r about making your own bodykit with fiberglassing… Artikel lengkap bisa lihat di: http://www.Ninja250r-community.com

Kalau kita udah bosen atau kepingin motornya customize dari motor lainnya, umumnya yang dirubah duluan adalah bodykit. Masalahnya terkadang bodykit yang ada entah terlalu mahal atau karena mass produced malah jadinya umum dan sama dengan motor lainnya… Karena kurang puas melihat alternatif yang ada baik dari sudut kualitas (terutama presisi dan ukuran), harga, dan model akhirnya keputusan jatuh untuk bikin sendiri…

Fiberglass adalah metode paling lazim dalam membuat bodykit dan boleh dibilang paling mudah dan murah…. Metode lainnya yang juga bisa digunakan adalah carbon fiber (mahal) dan juga steel sculpturing (lama dan agak sulit mbentuknya)…. Setelah berguru dan bertapa akhirnya ilmu yang diperoleh mungkin juga bisa bermanfaat bagi yang lainnya….. Ilmu tambahan lainnya bisa di search di net dan harus diingat fiberglassing dalam modifikasi ini hanya basic dan bukan advance (menggunakan additive tambahan, mal negative, dan embeded paint job)

Keuntungan dari fiberglassing diantaranya murah, saya beli di toko kimia bahan dasarnya nggak nyampe Rp. 30.000 (Bahan fiber 1m, Resin 1kg, plus catalyst) dan udah bisa bikin kondom tanki full dan half kondom. Keuntungan kedua fiberglass mudah dibentuk dan tergantung jumlah lapisan bisa flexible dan enteng seperti plastik atau kuat dan rigid seperti besi. Keuntungan lainnya adalah bila dipadukan dengan bahan lainnya bisa jadi bahan composite yang enteng dan kuat namun flexibel (seperti pesawat airbus A380 outer shellnya dibuat dari komposit allumunium dan sejenis fiberglass disebut “GLARE” atau glass alumunium fiber). Keuntungan terakhir dan terutama bila kita bisa fiberglassing sendiri adalah motor/bodykit jadi benar2x custom beda dari yang lainnya, batasannya hanya imajinasi masing2x selain itu bisa presisi karena dimal langsung ke motor masing2x…

I. Alat dan Bahan:

Step pertama pastinya mempersiapkan bahannya, jadi kita siapkan dulu yuk..

Main ingredients:
– Glass Fiber (bisa woven, interlaced, atau kombinasinya… nanti dijelasin perbedaannya)
– Resin (warnanya beda2x ada kuning, coklat, ungu, ijo… basicly sama kok fungsinya)
– Catalyst (digunakan sebagai media hardening resin)
– Anti stick gel/wax/talc (optional)

Tools required:
– Spidol, penggaris, dan alat tulis lainnya
– Wadah dan sumpit untuk mencampur resin
– Kuas 2′ dan kalau ada kuas roll kecil 3′
– Masking tape atau steel tape
– Rubber gloves

Diatas tadi disebutkan ada dua macam jenis fiber yaitu woven (anyam) dan interlaced (spaghetti). Jenis woven akan lebih rapih hasil permukaannya karena seperti anyaman ketupat selain itu jenis woven setelah mengeras akan lebih flexibel. Kalau yang interlaced (spaghetti) karena bentuknya yang nggak beraturan seperti rambut kusut setelah mengeras permukaannya tidak enak dilihat mata namun lebih kuat dan rigid dari tipe woven… Sebaiknya beli yang mana…? Tergantung keperluan sih, namun yang woven agak lebih mahal dikit….

Untuk resinnya ada berbagai macam warna, kata yang jual sebenarnya perbedaan warna itu biasanya hanya berbeda pada finishing akhirnya. Kalau yang coklat setelah kering akan berwarna agak kecoklatan, kalau yang ungu atau biru setelah kering akan lebih transparan dan biasanya digunakan bila paint job komponen dilakukan pada saat fibering… Perbedaan hasilnya bisa dilihat pada gambar diatas, untuk fungsi relatif sama jadi boleh beli yang mana aja…

Peringatan: karena resin dan catalyst merupakan bahan kimia, maka bagi yang punya anak kecil hati2x yah nyimpennya. Gunakan wadah kaca dengan tutup yang bagus. Wadah plastik seperti botol air mineral kurang ideal karena resin itu agak panas dan dapat mengkorosi plastik (terjadi pada windshield gue pas bawa dari toko kimia) jadi hati2x….


II. Campuran Resin + Catalyst
Mari kita belajar nyampur resin dan catalyst-nya… Resin setelah tercampur dengan catalyst akan mengeras dengan cepat bisa 5-10 menit (tergantung jumlah catalyst yang digunakan). Jadi idealnya gunakan resin secukupnya untuk pengerjaan selama 10 menit karena penggunaan resin berlebih akan berakibat resin mengeras di wadah dan mubazir…

Untuk gambaran bila wadah yang digunakan berkapasitas 300cc isilah dengan resin hanya 1/4 nya saja atau kira2x 80cc-an. Untuk resin 80cc tersebut jumlah catalyst yang dibutuhkan hanya 6-8 tetes saja…. Dengan 6-8 tetes saja udah cukup untuk media pengeras resin setelah diaduk dengan rata. Bila campuran sudah tercampur maka buru-buru deh bekerja sebelum mengeras, jadi ada baiknya sebelum mencampur resin kita sudah terlebih dahulu membungkus/masking komponen dan mempersiapkan fibernya…


III. Masking Komponen Cetakan
Karena kita tidak menggunakan mal negatif, proses masking atau membungkus komponen yang jadi sumber mal (mal positif) adalah proses terpenting. Komponen motor yang terkena resin akan rusak jadi ada baiknya bungkuslah dengan baik kalau perlu gunakan 3 layer masking…

V. Proses Fibering
Proses fiberingnya sendiri gampang kok, potonglah fiber ke potongan kecil-kecil…. Gunanya potongan kecil2x adalah kemudahan pada sudut-sudut atau bentuk2x yang kompleks…. Kuaskan campuran resin+catalyst pada komponen dan kemudian taruhlah potongan fibernya seperti nyusun keramik rumah namun antar potongan dioverlapping sedikit. Setelah itu kita kuaskan atau ditotol-totol lagi diatas fibernya…. Tinggal dan tunggu sampai kering dan bila ingin menggunakan kuasnya lagi langsung cuci pakai detergen (dari pengalaman memfiber hanya detergen yang bisa membersihkan resin pada kuas sebelum mengering). Bila kuas tidak langsung dicuci maka resin akan mengeras di kuas dan tidak bisa terpakai lagi kuasnya alias sekali pakai.

Tunggu kira-kira 2 jam untuk lapisan pertama mengering dan ulangi lagi prosesnya untuk lapisan kedua dan tunggu kering. Ulangi lagi kembali prosesnya untuk lapisan ketiga…

Berapa lapisan idealnya…? Tergantung kebutuhan sih, 1-2 lapisan fiber terlalu flexibel dan masih rentan berubah bentuk, 3 lapisan fiber tetap flexibel namun bisa mempertahankan bentuknya, diatas 4 lapisan fiber akan rigid dan kaku…. Selain itu makin banyak lapisan maka bodykit akan semakin tebal, berat, dan kaku.. jadi pilihlah jumlah lapisan sesuai kebutuhan….

V. Merapihkan Bodykit Fiberglass
Setelah puas dengan pengerjaan bodykit fiber, tiba saatnya untuk melepas dan merapihkan ujung2x bodykit-nya… Untuk melepas fiber cukup tarik dari komponen, bila menggunakan talc seperti disebutkan diatas maka proses ini akan lebih mudah…. Bila sebelumnya kita udah bikin guide line di masking tape maka merapihkan fiber tinggal potong aja di guideline yang turut tercetak di fiber…

VI. Finishing
Untuk proses finishing (meratakan permukaan) sebelum dicat, umumnya ada dua cara.. Cara pertama adalah membuat campuran resin lagi dan di kuas roll-kan ke bodykit. Setelah kering permukaan bodykit bisa diamplas pakai grit 120 sampai halus. Fungsinya sederhana, yah semacam dempul sebelum dicat…..

Cara kedua adalah dempul konvensional dengan menggunakan filler dan diamplas juga sebelum dicat. Mana yang lebih bagus…? Saya sih nyaranin pakai cara pertama dengan resin sebagai dempulnya, namun berhubung lagi males maka bodykit saya serahkan ke bengkel cat untuk finishing termasuk ngecat…..

Bagaimana bentuk setelah terpasang…?

Enjoy….





Chapter 10 – Instrument Panel Modification (Led Backlights)

22 12 2008

Another indiglow… murah meriah alias DIY (Modifikasi instrument standard)…  Artikel lengkap bisa lihat di http://www.ninja250r-community.com/forum/forumdisplay.php?fid=82

Specs:
Light source: LED’s
Front Display: Masih dikerjain

Siang hari pas bongkar dan sebelum dipasang

.

.

Dan ini beberapa gambar hasilnya di malam hari, lumayanlah untuk indiglow seharga 35rb…🙂

.

Sebenarnya saya lagi mau DIY merombak muka speedonya menggunakan bahan acrilic tapi belum sempet. Kalau udah dirubah nanti diupdate lagi deh postnya….

Enjoy…





Chapter 09 – Modifying The Cawl

3 12 2008

Sekali lagi artikel gue di forum…. versi lengkap bisa dilihat di http://www.ninja250r-community.com/forum/forumdisplay.php?fid=82

DIY – Seatcawl Modification (Stabling & Lowering)

DIY ini sebenarnya menyangkut masalah cawl ori yang sering goyang (atau mudah angkat dengan tangan walaupun tidak terlepas). Berawal dari pertanyaan bro suhud mengenai masalah ini (yang mungkin juga banyak dipikiran rekan lainnya), saya akhirnya membuat postan DIY lagi untuk referensi. Sebagai catatan awal DIY ini sudah lama saya lakukan dan sayangnya tidak kepikiran untuk dokumentasi (waktu itu). Jadi lebih banyak ilustrasi bikinan dan rekonstruksi saja, sorry sebelumnya dan seperti biasa disclaimer….

Stabilizing The Cawl

Menjawab pertanyaan kenapa cawl mudah goyang atau tidak stabil di dudukannya (terutama bagian belakang)? Menurut saya (ini IMHO tolong koreksi kalau salah), karet ring ori kurang bagus dalam artian terlalu lembek dan tidak ngepress entah itu ke lock pin atau ke bracketnya. Gampangnya gini: copot ring karet ori dan dudukkan cawl seperti biasa dan di lock, pasti belakangnya bisa keangkat dan lepas. Dengan menggunakan karet ringnya membantu untuk tidak lepas total namun masih belum duduk. Pertama: Selain bahannya lembek, leher ring diameternya masih kurang sedikit dibanding lobang bracket walhasil kalau dalam proses melepas cawl ringnya kadang-kadang ikut terangkat. Kedua: Badan ring kurang panjang sehingga lock pin (belakang) pegangannya kurang mantap. Ketiga: diameter lobang ring ori dibikin sama ukurannya dengan diameter lock pin (belakang), jadi kurang gigit.

Nah dalam modifikasi ini saya membuat ring seperti gambar diatas, badannya lebih panjang sehingga menutupi hampir semua badan pin lock dan diameter leher ring saya perbesar. Untuk bahan saya gunakan karet stopper shock mobil dan banyak kok dijual di toko shockbreaker atau onderdil. Kenapa karet stopper mobil? Karena basic bahannya adalah karet keras dengan permukaan yang kasar (lebih gigit ke lock pin dan ngepress ke bracket namun tetap fleksibel).

Modifikasi ini tidak merubah apapun pada bracket, cawl, dan ring ori. Jadi bisa dicoba tanpa resiko cawl ori rusak, sedangkan untuk membentuk atau membuat ringnya dibutuhkan:

– Karet stopper panjang kira-kira 1.5cm (cari yang diameter luarnya lebih besar dari lobang bracket dengan diameter dalam lebih kecil daripada diameter lock pin – lihat gambar point 1)
– Pisau, cutter, atau alat potong yang tajam
– Waktu pengerjaan + 30 menit

Kita mulai dengan membentuk sttopper, ilustrasinya sebagai berikut:

Berikut gambar barang jadinya, and sorry hasil ringnya agak jelek karena ring karet ver. 01 (waktu itu nyoba) dan ternyata berhasil duduk tanpa goyang, belum beli stopper lagi buat versi bagusannya.

.

.

Lowering The Cawl (Reducing the Cawl-Body Gap)

Satu lagi kekurangan cawl menurut saya adalah gap antara body dan cawl terlalu besar (mungkin sebesar 5mm). Nggak pa-pa juga namun waktu itu sekalian iseng nurunin dudukannya dan berikut adalah gambar cawl yang telah merapat setelah dimodif.

Bagi saya sih terlihat lebih bagus dengan gap berkurang sebesar 2-3mm, namun untuk modif berikut akan merusak braket dan karet dudukan bila gagal. Jadi sebaiknya jangan dilakukan bila tidak perlu, tulisan ini sebagai referensi forum saja. Kenapa saya lakukan…? karena satu: dirumah ada cawl dua biji lengkap, satunya hendak dibongkar dan potong untuk modifikasi lainnya jadi ada cadangan bracket. Kedua: karena dasarnya iseng…😀

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
– Kunci 10 untuk buka braket
– pisau atau cutter tajam untuk memapas karet dudukan (depan dan belakang)
– amplas untuk menghaluskan hasil pemotongan
– tangan dan kekuatan untuk bengkokin braket

Caranya? basically kita tinggal menurunkan lock pin braket depan beserta dudukan karetnya sebesar target gap yang hendak dicapai. Untuk lock-pin belakang nggak bisa diturunin karena braket di molding langsung ke plastik cawl, jadi nuruninnya juga nggak bisa banyak – caranya dengan memangkas karet dudukan dan ring karet lock pin (yang tadi kita buat diatas) ditipisin lagi kepalanya (kalau diatas saya sisakan 1,5-2mm diatas stopper). Untuk braket depannya dibengkokkan via tangan bisa kok tanpa alat bantu sebesar + 3mm kemudian untuk dudukannya diturunin 2mm saja. Kenapa? biar cawlnya ngepress dengan dudukan dan ketika dipasang tetap harus didorong sampai bunyi klik. Catatan: semua perubahan dilakukan dalam kondisi bracket terlepas.

Cukup dulu kali yaa, and berikut gambar-gambar detail dari cawl yang telah “merapat”. Terlihat gap semakin kecil namun tetap tidak menyentuh body motor. Cara ngetesnya pake kertas tebal (80gr) dan selipkan diantara gap (tanpa bantuan tangan untuk memasukkannya) dan putar mengelilingi cawl. Bila tidak nyendat berarti masih ada cukup jarak antara body dan cawl. Bila kertasnya masuknya susah dan harus dibantu tangan dengan diangkat sedikit berarti cawl nyentuh bodi. Nggak pa-pa juga sih tapi dengan menyentuh bodi maka resiko lecet makin gede.

.
Back side before and after…

.

Front-side view before and after….

Hope it helps…





Chapter 08 – Reskining Seats

3 12 2008

Artikel ini sebelumnya pernah saya tulis di forum N250R, info lebih lanjut dapat dilihat di http://www.ninja250r-community.com/forum/forumdisplay.php?fid=82

.

Prolog
Nah kali ini kita akan DIY dengan mengganti kulit N250R. Bukan ganti kulit dalam artian selama ini yah (ganti warna atau ngecat body .red)…. hehehehe😛 …. Yang saya maksud adalah mengganti kulit sebenarnya, yaitu kulit jok. Kenapa N250R saya diganti kulit joknya…? Pertama, biar kulit aslinya tetap terlihat bagus atau tidak pudar dan kotor. Lebih kurang alasan yang sama kenapa kita suka menyarungkan kulit asli dari jok mobil, siapa tahu mau dijual lagi untuk ganti motor bagusan (ngarep… hihihii).

Alasan kedua: menurut gue sih kulit jok std N250R terlalu licin (sering merosot kalau duduk). Saya kira karena masih baru aja, namun sampai sekarang masih suka nyosor kedepan kalau duduk (apalagi boncenger belakang). Mungkin karena motifnya yang membuatnya licin seperti itu, mungkin juga bahan dan kualitas kulitnya. Nah ini juga yang merupakan alasan ketiga saya: agar lebih customize lagi motornya karena kita diberikan kebebasan untuk pilih, motif, kualitas kulit, dll.

Sebaiknya membeli kulit yang bagaimana…? Seperti yang telah disebutkan di atas, you are free to choose…! Namun perlu gue ingetin dulu, sebaiknya beli bahan yang awet apabila terkena panas dan hujan. Tanya-tanya saja ke toko kulit merek dan jenis kulit apa yang bagus atau cari referensi di net merek apa yang biasanya dipakai untuk motor. Dari pengalaman gue kemaren beli di agen kulit daerah pondok pinang (deket kantor KUA pondok indah, di daerah pasar Jatinegara juga berjibun agen kulit), mereka supply kulit untuk berbagai kegunaan dari furnishing rumah sampai otomotif. Ada kulit asli atau semi dengan beragam warna dan pola. Satu pola yang bikin gue inget sama ninja ayah adalah kulit semi dengan motif carbon-fiber yellow-gray on black😉. Kulit yang akhirnya saya beli adalah kulit semi pabrikan merek yang cukup dikenal untuk otomotif dengan warna black motif bolong-bolong (lihat pic). Bagian permukaan atasnya tidak licin seperti kulit std dan bagian bawahnya bukan kain seperti biasa namun terbuat dari bahan yang agak berbulu seperti bawahnya (tapak) beberapa tipe mouse pad. Mengingat merek ini memang sering digunakan sebagai pelapis jok asli maka bagian bawahnya itu sifatnya nempel ke kulit jok asli via static energy, makin digesek makin nempel. Sebagai catatan dari awal saya niatnya nggak mencopot jok asli namun melapisi di atasnya, maka saya cari bahan kulitnya yang bisa nempel ke kulit asli.

Berhubungan dengan statement terakhir barusan, kita juga harus lihat apakah kita mau meniban atau melepas kulit std N250R. Kalau anda seperti saya yang notabene males nyimpen-nyimpen barang ada baiknya beli kulit semi yang tipis. Kalau anda bisa nyimpen barang atau memang niatan untuk ganti total bisa beli kulit asli yang tebal. Nanti saya jelaskan kenapa di bawah. Untuk harga variatif yah dari yang 20rb-an sampai ratusan rb-an per meter (tergantung merek dan kualitas). Prolognya kayaknya udah kepanjangan jadi kita mulai saja, namun sebelumnya gue perlu ingetin:

.
Alat dan Bahan:
– Gunting
– Staple gun beserta isinya (kalau bisa isi staplenya yang ada keterangan anti corrotion solution, hardened metal, atau istilah lainnya yang mengindikasikan bahwasannya staplesnya itu anti karat)
– Obeng (- dan +)
– Kunci L
– Kunci pas (ukuran 10)
– Mesin jahit (optional)
– Bolonger buat kulit (optional)
– Palu
– dan tentunya bahan kulitnya itu sendiri secukupnya (60 x 150cm cukup, di agen yang gue beli lebarnya rata-rata 180cm dan belinya minimal 1m. Nggak pa-pa juga jadi itungannya ada cadangan untuk ganti 2x lagi😀 )
– Kesabaran dan tenaga (waktu pengerjaan bisa 2-3 jam tergantung mau serapih apa)
– Lem acaibon (kalau anda memutuskan untuk melepas kulit asli)

.

Post akan dibagi kedalam tiga sub biar gampang, yaitu: front seat, rear seat, dan seat cawl (bagi yang punya cawl). Sebelum memulai tentunya kita harus mempersiapkan joknya, jadi mulai saja dengan mencopot kedua jok dan cawlnya.

Bagi yang belum pernah mencopot jok depan gampang kok. Tinggal buka side covernya dulu via satu baut dan tiga pin sehabis itu buka baut pengikat jok depan dan geserlah jok ke arah belakang dan angkat (alat yang digunakan adalah obeng + dan kunci L).

Oke, jok dan cawl sudah disiapkan beserta kulit baru. Pilihannya tetap berlaku: melapisi atau mencopot jok asli. Kalau kulit yang dibeli tipis boleh dilapisi boleh dicopot, namun kalau kulit yang dibeli tebelan ada baiknya dicopot. Kenapa…? akan saya jelaskan dibawah nanti jadi baca terus aja dulu. Anyway kalau hendak mencopot jok asli gunakan obeng (-) dan mulailah mencongkel staples aslinya (seperti pic 3). Sehabis dicongkel jok asli akan tetap nempel karena masih diberi lem dari pabrikan, tariklah pelan-pelan bila punya niat untuk simpan kulit aslinya. Siapkan kebutuhan bahan masing-masing jok dan cawl (gunakan kapur jahit seperti pic 2).

Untuk lipatan kedalam jok, dilebihin agak banyak aja daripada kurang dan juga dibutuhkan kepiawaian untuk atur kebutuhan bahan biar pas. Berikut sketsa bagaimana saya memposisikan jok dan memola dengan bahan yang saya peroleh. Makanya seperti saya disebutkan diatas sebenarnya 60 x 150cm cukup, namun dilebihin juga nggak pa-pa itung-itung buat cadangan.
.

I. Proses Jok Depan

.

II. Proses Jok Belakang

Untuk seat strapnya…

.
III. Proses Seat Cawl


.

Finishing
Proses finishing lebih kepada menggunting sisa kulit yang kepanjangan dan semir. Siapkan ketiga komponen (jok depan-belakang berikut cawl) kemudian guntinglah kulit sisa yang berlebih. Sehabis itu kulit boleh di semir dan penampakan hasilnya seperti dibawah ini.

Penasaran dengan kondisi yang terpasang…? Berikut pic kulit baru jok depan + cawl…

Yang berikut adalah jok depan + jok belakang….

Sorry picnya jelek (pake HP murahan lagi)😀 namun dijamin saya pribadi puas dengan hasil yang dicapai. Duduk tidak merosot lagi dan kulit stok terlindung dibalik kulit baru…

End note, pola atau cara di atas adalah pola yang berhasil bagi saya. Namun saya ingatkan belum tentu akan berhasil dan mudah bagi yang lainnya. Disini saya tetap mendorong kreatifitas masing-masing dalam memasang, siapa tahu ada cara lebih simpel. Tulisan ini hanya sebagai referensi saja kok dan kalau ada cara lebih simple boleh dong di share untuk referensi tambahan buat yang lainnya….

Try it and enjoy😉





Chapter 07 – Repainting Footpegs II

3 12 2008

II. Re-Painting Front FootPeg

Artikel ini pernah saya tulis sebelumnya untuk forum N250R. Silahkan baca artikel lengkapnya di http://www.ninja250r-community.com/forum/forumdisplay.php?fid=82


.

Step 1.


.

Step 2.

.

Step 3.

.

Step 4.
Pada step 4 ini kita akan memodifikasi pernya agar tidak melecetkan frame motor dan pegnya itu sendiri. Caranya adalah kita akan memanfaatkan insulasi kabel untuk memberikan sarung pada ujung-ujung per yang tajam. Siapkan kabel (10cm cukup) dan mulailah menguliti insulasi luar kabelnya (insulasi luar tidak terpakai jadi dibuang saja). Nah yang kita mau pakai adalah insulasi dalam biasanya warnanya biru, kuning, dan hitam atau merah-hitam (saya pakai sisa kabel instalasi rumah). Pilihlah warna insulasi kabel idaman (dalam kasus ini saya pakai yang hitam) dan mulailah menguliti menggunakan tang potong atau cable stripper. Jangan sampai rusak atau sobek insulasi kabelnya karena ini yang kita akan pakai sebagai sarung per. Setelah insulasi terlepas pakaikan kepada per di kedua ujungnya dengan cara didorong kalau perlu dibantu dengan memutarnya atau bisa juga pernya diolesi vaseline biar licin (kalau memakai kabel instalasi rumah lebih enak karena diameter kabel tembaganya sama dengan diameter pernya).

Alternatif lainnya bisa juga dengan membeli cable shrink wrap. Yang ini malah lebih mudah tinggal pasang dan panaskan dengan heat gun atau lilin agar shrink wrapnya mengerut dan mengikat ke per. Siapkan saja dengan membeli ke toko listrik atau elektronik terdekat. Setelah pernya terbungkus maka semua komponen siap dirakit kembali untuk dipasang dan jangan lupa untuk mengolesi gemuk pada komponen-komponen bergerak atau yang bergesekan).

Sebagai catatan apabila mau menggunakan adhesive LocTite kembali pada baut-baut sol karet dan peg-tip bisa saja diaplikasikan namun dikemudian hari harus dingat bila mau mencopot kembali butuh tenaga extra lagi. Saya sendiri memutuskan untuk membiarkan tanpa LocTite.

.
Step 5.
Pasanglah kembali pada motor dan nikmati hasil kerja anda.

Berikut perbandingan before and after (sorry for the BW pic).

Hope it’s usefull…..😉





Chapter 06 – Repainting Footpegs I

3 12 2008

I. Repainting Rear Footpeg

Artikel ini pernah saya tulis sebelumnya untuk forum N250R di http://www.ninja250r-community.com/forum/forumdisplay.php?fid=82 … Silahkan lihat artikel lengkapnya di forum…

Oke…. beberapa hari yang lalu sempet utak-atik N250R (untuk kalkulasi ukuran dan design project exhaust) dan sehabis selesai iseng ngeliat-ngeliat dari jauh, kok rasanya ada yang ganjel. Setelah lihat-lihat lagi rasanya (dipikiran gue sih) footpeg standard yang warnanya silver kok agak ganjel dimata berhubung tema N250R yang gue incer adalah pure black. Depan sih nggak begitu terlihat karena tertutup sol karet yang hitam, namun Kalau belakang nggak mungkin gue copot karena masih lebih sering membonceng…

Hmmmm, setelah pikir-pikir gue putusin untuk dicat sendiri aja deh. Kenapa bela-belain ngecat footpeg std, kan sayang…? Yah memang tujuannya agar footpeg terlihat tidak begitu std (bisa lebih terlihat seperti aftermarket) ada juga yang kemungkinan besar mau ngecat karena mengejar tema tertentu (misalnya ngejar tema red, yellow, pink N250 dll). Bisa aja membeli after namun namanya juga iseng😛, toh nantinya kalau mau dikembalikan ke warna std bisa dengan menggunakan perontok cat. Post ini dibagi dalam dua sub yaitu footpeg belakang dan depan. Sebelum dimulai ada baiknya gue ingetin sebelumnya:


.
.
Alat dan bahan:
– Tang jepit
– Obeng (- dan +)
– Kunci pas (10)
– Aerosol paint (1 Kaleng lebih dari cukup kok kalau ngecatnya benar)
– Kabel instalasi rumah (yang bekas saja dan hanya butuh 10cm, ntar dijelasin buat apa)
– Amplas (300 untuk amplas peg sebelum cat dan 2000 untuk amplas antar layer)
– Tang potong atau cable stripper

.

I. Re-Painting Rear FootPeg

Step 1.

.

Step 2.

.

Step 3.

Note:
– Proses ini adalah proses yang paling memakan waktu karena memberikan kesempatan atau jarak untuk pengeringan antar layer.
– Ada baiknya juga dilapisi pernis (atau clear layer) pada layer terakhir
.

Step 4.

Note:
– Sorry untuk pic BW-nya… pas proses ngerjain gue lupa untuk set color di HP
– Sorry kualitas picnya agak jelek, maklum HP murahan…😀





Chapter 05 – Simple Engine Warmup

3 12 2008

Memanaskan motor boleh dibilang merupakan kewajiban setiap kali hendak berkendara setelah mesin dingin (entah pertama kali nyala di pagi hari maupun setelah berhenti terlalu lama ketika parkir). Tujuannya sederhana agar mesin ketika dikendarai telah mencapai suhu operasi yang optimal, dalam kasus N250R kira-kira 63’C. Sesuai dengan saran dari primbonnya N250R waktu pemasan optimal mesin lebih kurang 5-10 menit pertama dimana 2-3 menit dipanaskan ditempat dan sisanya sekitar 3-7 menit dengan dibawa jalan dengan RPM normal. Yang mau saya bahas perihal engine warm-up adalah pada 1-2 menit pertama (pemanasan ditempat), mungkin gampangnya dibagi 2 sub pokok: pertama sebelum di starter kedua ketika sudah distarter (sedang dipanaskan) yuk di mulai saja…😉

.

I. Sebelum di starter

Ada baiknya motor dipanaskan dalam kondisi tegak (vertikal) dengan menggunakan paddock, kenapa..? tujuannya sederhana agar oli mesin dapat melumaskan semua komponen mesin secara merata dan tidak hanya pada satu sisi saja (dalam hal ini kalau di stand samping maka oli mesin akan terfokus pada sisi kiri). Kira-kira kalau digambarkan akan seperti berikut….

Nah masalahnya nggak semua orang punya paddock atau mungkin saja lagi di parkiran gedung yang tentunya kita pun tidak membawa paddock, bagaimana…? Sebenarnya nggak pa-pa juga (pastinya kawasaki juga sudah memperhitungkan) namun efeknya mesin akan lebih cepat panas di sebelah kanan karena pelumasannya kurang optimal (pelumas juga merupakan sistem pendinginan), sedangkan sebelah kiri akan lebih lambat panas karena pelumas yang berlebih akan menyalurkan panas lebih baik. Makanya di primbon ditulis 2-3 menit saja untuk pemanasan di tempat selebihnya dibawa jalan. Alternatifnya adalah dipanaskan sambil kitanya duduk dimotor dan ditegakkan atau menggunakan kayu kaso dan diganjal ke stand samping (biasanya kalau dirumah ada dong potongan kayu kaso). Berikut adalah gambaran kalau kita menggunakan ganjalan di stand, perhatikan oil levelnya akan terlihat perbedaannya..

Waduh, jatuh nggak kalau pakai kaso…? Nggak jatuh kok selama masih miring walau sedikit, mungkin kalau memakai kaso tidak akan 90′ mungkin hanya 80′. Namun tujuannyakan agar motor mendekati tegak, cape juga kalau duduk bengong selama 2-3 menit… hehehehe… Dan juga kita bisa manfaatin 2-3 menit pemanasan untuk motorcycle precheck daripada cuman duduk di atas motor.

Masalah lainnya yang sering jadi pertanyaan adalah perlukah choke-nya diaplikasikan…? Kalau menurut primbon choke itu baru disarankan untuk digunakan apabila suhu udara dibawah 18’C (biasanya di negara 4 musim kalau musim dingin bisa dibawah itu). Nah kalau di Indonesia yang notabene suhu paling dingin di pagi hari jarang sekali dibawah level 20’C (paling antara 23-25) maka penggunaan choke tidak diperlukan alias langsung starter saja, ini IMHO loh. Namun kalau masih mau menggunakan choke, maka chokenya ditarik dulu kira-kira setengah baru distarter kalau ternyata masih kurang ditambah dikit-dikit.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan motor akan sulit distarter, untuk itu jangan memaksakan dipencet terus tombol starternya (maksimal 15 detik). Tunggu kira-kira 20 detik lagi dan coba starter lagi (kalau perlu dibantu dengan digas dikit atau pakai choke seperti diatas). Tujuannya sederhana selain memperingan kerja aki juga untuk menjaga dinamo starter atau starter motornya agar tidak cepat panas dan rusak.

.
II. Ketika distarter (atau sedang dipanaskan)
Pertama-tama check semua indikator dalam posisi nyala/normal (Oil, heat, gear) menurut primbon hal ini hanya menandakan mesin siap distarter dan aki mendapat suplai yang cukup. Setelah mesin dinyalakan seharusnya semua lampu tersebut mati (kecuali Gear tetap netral/On), bila ada indikator yang masih nyala kemungkinan ada masalah pada komponen terkait misalnya bila lampu engine oil nyala kemungkinan besar oli mesin kurang atau setelah 2-3 menit dipanaskan lampu temp nyala mengindikasikan mesin overheat (atau ada komponen pendinginan yang tidak bekerja, co: waterpump, kipas, dll). RPM normal idle akan menunjukkan sekitar 900-1000 RPM (dalam kondisi dingin) dan kemudian meningkat jadi posisi 1000-1200 (ketika mesin sudah panas).

Biarkan mesin jalan normal di idle sampai 2-3 menit. Nah sambil nunggu panas ada baiknya kita sambil cek komponen lainnya. Lampu-lampu dicoba dan ditest (Lampu utama, rem, sign, dll).

Minyak rem dan air radiator (yang ini agak ngintip dikit dibalik fairing kanan) di cek apakah kurang dan apakah perlu ditambah. Jangan lupa untuk ngolong dan periksa sekitar tutup filter oli dan oil drain valve, apakah ada oli mesin yang bocor atau ngerembes (dipegang jangan cuman dilihatin, mesin karena baru nyala masih cukup dingin untuk meraba-meraba komponen tersebut).

Tekanan angin ban dicek apakah pas (kalau ban standard depan 28, belakang 32). Jangan sampai kurang atau kempes, ban kempes salah satunya akan memperberat kerja mesin karena berat (efek dragging). Jangan juga sampai kebesaran tekanannya, tekanan ban yang terlalu besar akan berpengaruh sama grip yang tidak maksimal (luas permukaan yang menyentuh aspal berkurang). Selain itu kalau ban telah mencapai suhu operasi maka tekanan angin di dalam akan memuai, kalau kebesaran nanti meledug lagi…😀 Cek angin dengan menggunakan air presure gauge (lebih presisi), kalau tidak punya bisa dilatih dengan menggunakan tangan. Caranya: isi ban ke tukang ban dan tekan-tekan bannya, rasakan tekanan dengan menggunakan tangan. Inilah yang menjadi benchmark kita kalau menggunakan tangan, lama-lama tangan kita akan terlatih untuk merasakan kalau tekanannya kurang (walaupun tidak presisi minimal mendekati).

Terakhir yang bisa kita cek adalah warna asap yang keluar dari exhaust. Asap adalah cara paling mudah untuk mengindikasikan kerusakan pada mesin tanpa harus membongkarnya. Kira-kira begini kalau menurut primbon N250R:
– Asap berwarna putih, merupakan indikasi kemungkinan oli mesin masuk ke ruang pembakaran. Komponen/kerusakan bisa pada: Piston oil ring warn, Cylinder warn, valve oil seal damage, valve guide worn, engine oil level to high.
– Asap berwarna hitam, merupakan indikasi terlalu banyak campuran bensin pada pembakaran (kurang udara). Komponen/kerusakan bisa pada: Air cleaner cloged, Main jet too large, choke plunger stuck open, fuel level in carburator bowl too high.
– Asap berwarna kecoklat-coklatan, merupakan indikasi terlalu banyak campuran udara pada pembakaran (kurang bensin). Komponen/kerusakan bisa pada: Main jet to small, fuel level in carburator bowl too low, air cleener duct loose, air cleaner poorly sealed or missing.

Setelah warm-up di tempat (2-3 menit), sekarang warm-up jalan. Bawalah N250Rnya dengan RPM normal selama 3-7 menit sambil menuju lokasi perjalanan (hindari pemakaian RPM tinggi pada menit-menit pertama tersebut). Kalau memang hanya berniat untuk memanaskan tanpa tujuan pergi, ada baiknya tetap dibawa jalan walaupun hanya 1-2km keliling rumah… Ini merupakan motorcycle precheck sederhana, untuk precheck yang lebih lengkap bisa dilihat di safety defensive riding thread T-CLOCS…

Artikel ini pernah saya tulis sebelumnya untuk forum N250R di http://www.ninja250r-community.com/forum/forumdisplay.php?fid=7

Hope it helps…








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.