Chapter 11 – N250R Bodykit (Basic Fiberglassing)

24 05 2009

Another article on 250r about making your own bodykit with fiberglassing… Artikel lengkap bisa lihat di: www.Ninja250r-community.com

Kalau kita udah bosen atau kepingin motornya customize dari motor lainnya, umumnya yang dirubah duluan adalah bodykit. Masalahnya terkadang bodykit yang ada entah terlalu mahal atau karena mass produced malah jadinya umum dan sama dengan motor lainnya… Karena kurang puas melihat alternatif yang ada baik dari sudut kualitas (terutama presisi dan ukuran), harga, dan model akhirnya keputusan jatuh untuk bikin sendiri…

Fiberglass adalah metode paling lazim dalam membuat bodykit dan boleh dibilang paling mudah dan murah…. Metode lainnya yang juga bisa digunakan adalah carbon fiber (mahal) dan juga steel sculpturing (lama dan agak sulit mbentuknya)…. Setelah berguru dan bertapa akhirnya ilmu yang diperoleh mungkin juga bisa bermanfaat bagi yang lainnya….. Ilmu tambahan lainnya bisa di search di net dan harus diingat fiberglassing dalam modifikasi ini hanya basic dan bukan advance (menggunakan additive tambahan, mal negative, dan embeded paint job)

Keuntungan dari fiberglassing diantaranya murah, saya beli di toko kimia bahan dasarnya nggak nyampe Rp. 30.000 (Bahan fiber 1m, Resin 1kg, plus catalyst) dan udah bisa bikin kondom tanki full dan half kondom. Keuntungan kedua fiberglass mudah dibentuk dan tergantung jumlah lapisan bisa flexible dan enteng seperti plastik atau kuat dan rigid seperti besi. Keuntungan lainnya adalah bila dipadukan dengan bahan lainnya bisa jadi bahan composite yang enteng dan kuat namun flexibel (seperti pesawat airbus A380 outer shellnya dibuat dari komposit allumunium dan sejenis fiberglass disebut “GLARE” atau glass alumunium fiber). Keuntungan terakhir dan terutama bila kita bisa fiberglassing sendiri adalah motor/bodykit jadi benar2x custom beda dari yang lainnya, batasannya hanya imajinasi masing2x selain itu bisa presisi karena dimal langsung ke motor masing2x…

I. Alat dan Bahan:

Step pertama pastinya mempersiapkan bahannya, jadi kita siapkan dulu yuk..

Main ingredients:
- Glass Fiber (bisa woven, interlaced, atau kombinasinya… nanti dijelasin perbedaannya)
- Resin (warnanya beda2x ada kuning, coklat, ungu, ijo… basicly sama kok fungsinya)
- Catalyst (digunakan sebagai media hardening resin)
- Anti stick gel/wax/talc (optional)

Tools required:
- Spidol, penggaris, dan alat tulis lainnya
- Wadah dan sumpit untuk mencampur resin
- Kuas 2′ dan kalau ada kuas roll kecil 3′
- Masking tape atau steel tape
- Rubber gloves

Diatas tadi disebutkan ada dua macam jenis fiber yaitu woven (anyam) dan interlaced (spaghetti). Jenis woven akan lebih rapih hasil permukaannya karena seperti anyaman ketupat selain itu jenis woven setelah mengeras akan lebih flexibel. Kalau yang interlaced (spaghetti) karena bentuknya yang nggak beraturan seperti rambut kusut setelah mengeras permukaannya tidak enak dilihat mata namun lebih kuat dan rigid dari tipe woven… Sebaiknya beli yang mana…? Tergantung keperluan sih, namun yang woven agak lebih mahal dikit….

Untuk resinnya ada berbagai macam warna, kata yang jual sebenarnya perbedaan warna itu biasanya hanya berbeda pada finishing akhirnya. Kalau yang coklat setelah kering akan berwarna agak kecoklatan, kalau yang ungu atau biru setelah kering akan lebih transparan dan biasanya digunakan bila paint job komponen dilakukan pada saat fibering… Perbedaan hasilnya bisa dilihat pada gambar diatas, untuk fungsi relatif sama jadi boleh beli yang mana aja…

Peringatan: karena resin dan catalyst merupakan bahan kimia, maka bagi yang punya anak kecil hati2x yah nyimpennya. Gunakan wadah kaca dengan tutup yang bagus. Wadah plastik seperti botol air mineral kurang ideal karena resin itu agak panas dan dapat mengkorosi plastik (terjadi pada windshield gue pas bawa dari toko kimia) jadi hati2x….


II. Campuran Resin + Catalyst
Mari kita belajar nyampur resin dan catalyst-nya… Resin setelah tercampur dengan catalyst akan mengeras dengan cepat bisa 5-10 menit (tergantung jumlah catalyst yang digunakan). Jadi idealnya gunakan resin secukupnya untuk pengerjaan selama 10 menit karena penggunaan resin berlebih akan berakibat resin mengeras di wadah dan mubazir…

Untuk gambaran bila wadah yang digunakan berkapasitas 300cc isilah dengan resin hanya 1/4 nya saja atau kira2x 80cc-an. Untuk resin 80cc tersebut jumlah catalyst yang dibutuhkan hanya 6-8 tetes saja…. Dengan 6-8 tetes saja udah cukup untuk media pengeras resin setelah diaduk dengan rata. Bila campuran sudah tercampur maka buru-buru deh bekerja sebelum mengeras, jadi ada baiknya sebelum mencampur resin kita sudah terlebih dahulu membungkus/masking komponen dan mempersiapkan fibernya…


III. Masking Komponen Cetakan
Karena kita tidak menggunakan mal negatif, proses masking atau membungkus komponen yang jadi sumber mal (mal positif) adalah proses terpenting. Komponen motor yang terkena resin akan rusak jadi ada baiknya bungkuslah dengan baik kalau perlu gunakan 3 layer masking…

V. Proses Fibering
Proses fiberingnya sendiri gampang kok, potonglah fiber ke potongan kecil-kecil…. Gunanya potongan kecil2x adalah kemudahan pada sudut-sudut atau bentuk2x yang kompleks…. Kuaskan campuran resin+catalyst pada komponen dan kemudian taruhlah potongan fibernya seperti nyusun keramik rumah namun antar potongan dioverlapping sedikit. Setelah itu kita kuaskan atau ditotol-totol lagi diatas fibernya…. Tinggal dan tunggu sampai kering dan bila ingin menggunakan kuasnya lagi langsung cuci pakai detergen (dari pengalaman memfiber hanya detergen yang bisa membersihkan resin pada kuas sebelum mengering). Bila kuas tidak langsung dicuci maka resin akan mengeras di kuas dan tidak bisa terpakai lagi kuasnya alias sekali pakai.

Tunggu kira-kira 2 jam untuk lapisan pertama mengering dan ulangi lagi prosesnya untuk lapisan kedua dan tunggu kering. Ulangi lagi kembali prosesnya untuk lapisan ketiga…

Berapa lapisan idealnya…? Tergantung kebutuhan sih, 1-2 lapisan fiber terlalu flexibel dan masih rentan berubah bentuk, 3 lapisan fiber tetap flexibel namun bisa mempertahankan bentuknya, diatas 4 lapisan fiber akan rigid dan kaku…. Selain itu makin banyak lapisan maka bodykit akan semakin tebal, berat, dan kaku.. jadi pilihlah jumlah lapisan sesuai kebutuhan….

V. Merapihkan Bodykit Fiberglass
Setelah puas dengan pengerjaan bodykit fiber, tiba saatnya untuk melepas dan merapihkan ujung2x bodykit-nya… Untuk melepas fiber cukup tarik dari komponen, bila menggunakan talc seperti disebutkan diatas maka proses ini akan lebih mudah…. Bila sebelumnya kita udah bikin guide line di masking tape maka merapihkan fiber tinggal potong aja di guideline yang turut tercetak di fiber…

VI. Finishing
Untuk proses finishing (meratakan permukaan) sebelum dicat, umumnya ada dua cara.. Cara pertama adalah membuat campuran resin lagi dan di kuas roll-kan ke bodykit. Setelah kering permukaan bodykit bisa diamplas pakai grit 120 sampai halus. Fungsinya sederhana, yah semacam dempul sebelum dicat…..

Cara kedua adalah dempul konvensional dengan menggunakan filler dan diamplas juga sebelum dicat. Mana yang lebih bagus…? Saya sih nyaranin pakai cara pertama dengan resin sebagai dempulnya, namun berhubung lagi males maka bodykit saya serahkan ke bengkel cat untuk finishing termasuk ngecat…..

Bagaimana bentuk setelah terpasang…?

Enjoy….





Chapter 04 – DIY Dudukan Nopol

12 09 2008

Dudukan nopol bagi sebuah kendaraan merupakan kewajiban untuk mempermudah identifikasi kendaraan. Namun untuk N250R dudukan nopol untuk bagian depan memang agak mengganggu. Berhubung ini motor CBU dan di LN rata-rata motor sport tidak dilengkapi dengan dudukan depan, maka dudukan depan untuk versi Indonesia kesannya cukup dipaksakan tempatnya. Maka mayoritas pemilik N250R merubah dudukan dibalik windshield dengan cara ditekuk atau dengan mengganti dengan stiker nopol. Saya sendiri tidak lepas dari kerumunan yang memindahkan nopol namun saya juga kurang suka untuk menekuk atau menggunakan stiker, akhirnya saya memutuskan untuk ambil jalan yang lain.

Pada tanggal 10 September lalu sempat janjian untuk bertemu dengan beberapa rekan 250R Community dan beberapa rekan menanyakan dan menitipkan dudukan nopol saya. Saya sendiri juga sempet bingung karena menurut saya dudukan yang saya bikin biasa aja, cuman katanya mereka jadinya rapih. Terus terang saya bukan modifikator dan memproduksi dalam jumlah yang banyak, namun akhirnya saya putuskan untuk menulis bagaimana saya membuatnya agar rekan-rekan bagi yang mau bisa menduplikasi. Tulisan ini saya dedikasikan untuk om Andi dan Boy yang terus menanyakan…. :D

Mari kita lihat dulu bagaimana bentuk dari dudukan yang saya bikin…

Belakang:

Depan:

Dudukan belakang dan depan menggunakan prinsip nopol geser, jadi baut-bautnya tersembunyi dibalik nopol tersebut. Pembuatannya cukup mudah karena sebelumnya saya memesan ke tukang plat untuk membuat dudukan nopol geser, sisanya saya tinggal pasang. Untuk detailnya mari kita lanjutkan DIY ini namun sebagai keharusan jadi sebelumnya peringatan seperti biasa.

-

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

  • Dudukan nopol tipe geser (bisa dibeli di tukang plat Rp.15.000 depan+belakang)
  • Dua buah pipa bekas 0.5′ dengan panjang 1.5-2cm untuk memberikan jarak pada dudukan belakang
  • Penggaris dan spidol untuk mengukur dan menggambar
  • Gunting dan ban dalam bekas untuk membuat ring karet
  • Alat lainnya: tang, kunci L, dan obeng kembang
  • Bahan lainnya: baut 10 model kepala kembang dan tipis untuk memasang dudukan belakang (p=5cm)

-

Step 1: Mencopot dudukan standard

Sebelum memasang dudukan baru, dudukan lamanya (std) harus dicopot dulu. Bagaimana caranya…? Alternatif 1 yah bawa ke Kawi dan minta untuk dicopot sekalian service. Alternatif 2 mencopot sendiri, cukup mudah kok dan semua orang pasti bisa. Step untuk mencopot sendiri bisa dilihat di forum atau melalui link berikut: http://cyber-ninja250r.darkbb.com/modifikasi-f7/diy-melepas-dudukan-pelat-nopol-depan-t578.htm

-

Step 2: Membuat dudukan belakang

Pertama-tama kita siapkan salah satu plat geser dan mulailah untuk mencari titik tengah dari plat untuk dibolongin. Saya sendiri memulai dengan membagi dua platnya untuk kemudian digambar diagonal pada kedua bagian. Titik pertemuan itu merupakan titik tengah untuk baut kiri dan kanan. Karena saya memakai pipa 2cm untuk memberikan jarak antara plat dan fender, maka dari titik tengah saya bor kira-kira agak 2cm diatas titik tengah masing-masing (namun bukan keharusan). Saya sengaja memberikan jarak untuk mempermudah dalam proses pencucian.

Setelah dilobangi coba dipaskan ke motor sebelum proses finishing, gunakan baut 10 kepala kembang yang sebelumnya kita beli. Kalau sudah pas dan apik, seperti biasa diamplas dan mulailah untuk mengecat. Setelah mengering kira-kira akan seperti ini setelah terpasang.

Jangan lupa untuk membuat ring karet dari ban dalam bekas untuk mengurangi getaran dan menghindari lecet pada dudukan asli.

-

Step 3: Membuat dudukan depan

Pertama-tama dalam membuat dudukan depan, tentukan dahulu dudukan mau dibaut kemana. Dalam contoh ini saya memilih dua baut 10 yang paling atas (lingkaran kuning). Untuk membuat besi penyangganya saya minta bantuan teman yang kebetulan punya bengkel las. Setelah saya tunjukkan dudukannya dan rencana posisi, maka selebihnya teman saya yang beraksi untuk membentuk besi penyangganya.

Setelah kaki dudukan selesai maka oleh kawan saya disambung via rivet. Harap dicatat sebelum dirivet, ada baiknya  diberikan pelindung terlebih dahulu untuk menghindari karat. Dalam contoh ini, dudukan saya telah diberi cat dasar dan besi penyangganya di galvanis oleh teman. Setelah jadi hasilnya seperti ini.

Sama seperti sebelumnya kita masuk proses finishing. Sambil menunggu cat kering, saya membentuk pengunci untuk platnya dengan menggunakan pipa paralon yang dibentuk “L”. Prosesnya sama dengan DIY cover rear break reservoir dengan memanaskan dan membentuk. Hasil akhirnya seperti ini setelah semua komponen selesai dan dicat.

Jangan lupa untuk memberikan/membuat ring karet dari ban dalam bekas untuk menghindari getaran dan melindungi body N250R terutama ditempat besi penyangga menumpang.

Setelah selesai dan terpasang hasilnya seperti ini.

-

Lebih kurang seperti inilah proses pembuatannya. Mudah-mudahan dapat berguna bagi rekan Andi dan Boy berikut rekan-rekan lainnya. Selamat mencoba… :D





Chapter 03 – DIY Radiator Guard

29 08 2008

Sebenarnya DIY untuk radiator guide ini sudah saya siapkan untuk Chapter 05. Namun atas dasar popular demand dan agaknya kebanyakan pemilik N250R sudah mulai “bopeng2x” radiatornya, maka jadwal kemunculannya saya percepat..

Layaknya DIY terdahulu mari kita lihat dasar inspirasi untuk radiator guard ini, produknya K-Factory (another JDM)…

Kayaknya sebagian besar sudah pada tahu yah fungsi dan kegunaan radiator guard ini, jadi kayaknya nggak perlu bertele-tele… Basically radiator guard melindungi dari mortir batu-batu supaya radiator tidak bopeng dan mengurangi resiko pergantian radiator baru untuk jangka panjang (CMIIW)… Now for the fun part, but as ussual…

Guide ini saya bagi dua part: Part 1 – 1st Layer dan Part 2 – 2nd Layer

Part 1 – 1st Layer

Alat/bahan yang dibutuhkan:

  • Roll Paint Tray, Beli di Ace (Rp.24rb), terus terang saya kurang tahu nama bendanya apa tapi nemu nggak sengaja di ACE bagian cat… kayaknya sih fungsinya sebagai tatakan/perata cat kalau pake kuas roll… bentuknya frame allumunium ada sangkutan lengkap dengan kawat anyam alloy (diameter lobang +- 1cm)…
  • Temen di tukang las (karena rekanan kasih duit rokok), bentuk dari frame allu tadi bengkok dan ada sangkutan… kalau mau diutilisasi maka framenya harus dilurusin dan dipotong seluas permukaan radiator… bisa dilakukan sendiri namun biar rapih, saya bawa ke tukang las untuk dipanasin dan diluruskan frame-nya sekalian dipotong seluas permukaan radiator….

Jadinya lebih kurang seperti gambar 3… gambar 1 adalah sangkutan yang dipotong dan gambar 2 adalah bekas potongan dari frame yang tidak terpakai… Sebelumnya saya minta maaf karena pada proses pengelasan di bengkel las tidak saya foto/pantau. Ini karena ada seorang rekan 250R yang tiba-tiba nelpon dan ajak ketemu, walhasil motor saya tinggal sebagai patokan ukuran dan saya terima jadi…

Sebenarnya ada alternatif lainnya yang bisa diterapkan, yaitu dengan membeli lembaran allumunium dan membolonginya agar jadinya mirip-mirip cover speaker concert/amplifier… Kenapa saya tidak memakai teknik ini? Terutama sih karena Allumunium lembaran belinya yah harus lembaran, padahal butuhnya hanya sedikit… Jadi saya pikir kurang ekonomis aja…

Apapun alternatif yang dipilih, untuk sementara frame 1st layernya kita simpan dulu dan kita mulai mengerjakan 2nd layernya atau dudukannya…

Part 2 – 2nd Layer (Dudukan)

Alat/Bahan yang dibutuhkan:

  • Power Tools (gergaji mesin, bor listrik, dan mata girinda)
  • Tang (untuk membengkokkan kaki dudukan allumunium
  • spidol/pensil dan penggaris untuk menggambar outline dudukan
  • Lembaran allumunium, seperti yang saya sebutkan diatas.. lembaran allumunium cukup mahal, jadi kita seperti biasa memakai lembaran allumunium yang ada disekitar rumah… Kalau jeli mencari pasti ketemu, contoh: cassing samping CPU yang tidak terpakai (favorit saya) dan cover PSU-unit bekas (ini yang saya pakai karena cassing compi saya pake di DIY lainnya)
  • Bahan lainnya untuk finishing: amplas, pilox, kawat anyam 2mm (atau bisa juga kawat nyamuk) dll
  • Kesabaran (waktu pengerjaan +- 90 – 120 menit)
  • Kehati-hatian (ingat kita menggunakan power tools)

-

1. Pertama-tama kita harus tentukan dulu dudukannya akan dibaut kemana.. Di motor N250R ada 8 baut yang bisa diutilisasi… Tentukan 4 baut mana yang anda mau pakai sebagai dudukan..

Radiator guard umumnya dibaut mengikuti dudukan radiator (berwarna kuning), anda bisa memakai dudukannya yang sama… Namun saya sendiri memakai dudukan fairing untuk baut atas dan dudukan radiator untuk baut bawah… Lebih kurang begini sketsanya:

Ukuran diatas adalah ukuran awal saya, jadi harap mengukur kembali agar lebih yakin… Karena akhirnya saya memutuskan untuk melobangi rangka dudukan dengan lobang fleksibel (lobang memanjang) maka ukuran pas dalam kasus saya tidak diperlukan…  Pemilihan baut fairing untuk bagian atas dikarenakan apabila saya memilih baut radiator maka harus mencopot klakson, selain itu kabel2x dari klakson cukup mengganggu.. Alasan lainnya adalah karena tidak perlu membengkok dudukan seperti halnya untuk dudukan di bawah…

Untuk dudukan bawah saya memilih dudukan radiator karena lebih dekat, walaupun pada akhirnya rangka dudukan harus dibengkok sedikit. Dudukan fairing bawah posisinya terlalu jauh.. Namun apabila anda memiliki niat untuk mengcover separuh lubang fairing, dudukan bawah fairing merupakan pemilihan yang baik…

-

2. Setelah memilih dan mengukur posisi rangka dudukan, maka tiba saatnya untuk mendesain… Disini kreatifitas masing2x diuji, design bebas sesuai selera… Saya sendiri memilih bentuk seperti pinggang yang sexy :D . Design lainnya yang mungkin diterapkan adalah sebagai berikut,

-

3. Gambar dan potong… gambarlah design idaman pada lembar alumunium (dalam hal ini cover PSU yang telah diluruskan sebelumnya) dan kemudian potonglah dengan gergaji mesin. Bisa juga memakai gergaji besi namun waktu dan tenaga yang dibutuhkan agak sedikit ekstra. Hati2x dalam proses pemotongan baik untuk keselamatan diri maupun agar tidak salah potong (cek dan ricek dibutuhkan)…

-

4. Ukur kembali dan pas-kan rangka dudukan dengan 1st layer yang tadi… Untuk menggabungkan kedua layer bisa dengan rivet, lebih permanen… Karena akhirnya saya memutuskan dudukan rangka sebagai juga layer saringan kedua, maka saya menggunakan baut 3mm (biasa buat casing computer) untuk menggabungkan kedua layer… Kenapa…? Antisipasi penggantian kawat anyam yang saya gunakan pada layer 2.. Jangan lupa untuk membor lobang baut 10 dan membengkokkan rangka pada posisi bawah…

Untuk saringannya sendiri saya pergunakan kawat anyam diameter 2mm (biasa untuk parabola)… Pemakaian kawat nyamuk juga bisa namun umurnya relatif lebih cepat… Beginilah kira-kira sketsanya…

Jangan lupa untuk mempaskannya kembali ke motor N250R sebelum proses finishing…

-

5. Saatnya tiba untuk finishing. Pinggiran rangka yang kasar sebaiknya di-girinda agar halus dan kemudian semua komponen di amplas halus lagi untuk proses pengecetan… Prosesnya sama seperti DIY Cover Rear Reservoir Cover di post sebelumnya…

-

6. Menunggu cat kering… sambil nunggu maen deh ke forum ;)

-

7. Rakit kembali kedua layer yang telah kering, jangan lupa menambahkan kawat anyam kecil (atau kawat nyamuk) pada layer kedua… Cukup dengan melipat kebelakang setelah dijepit di antara layer pertama dan kedua… Pasang dan nikmati hasil kerja anda… :D

-

Fungsionalitas dan design, dua komponen yang saya kejar dalam DIY ini.. Namun anda tidak harus terpatok bagaimana saya mengerjakannya… Kebetulan saja yang saya kerjakan cukup berhasil dalam pengalaman saya, mungkin saja ada cara lebih mudah maupun design yang lebih bagus… Who knows..? Jadi bila mencari cover radiator yang murah, tulisan ini boleh dijadikan referensi sebagai langkah awal dari kreatifitas masing-masing boleh juga mampir ke forum ke thread ini: http://cyber-ninja250r.darkbb.com/umum-f5/ask-cover-depan-radiator-t636.htm …

Salam and selamat mencoba… ;)





Chapter 02 – DIY Rear Brake Reservoir Cover

25 08 2008

Aftermarket JDM untuk N250R memang benar-benar fenomenal, bagus dan made specially for N250R ‘08… Namun layaknya JDM lainnya, produknya exclusive diperuntukkan khusus pasar Jepang. Salah satu produknya yang saya incer adalah keluarannya A-Tech yaitu berupa Rear Brake Reservoir Cover/Guard. Secara fungsi guna performa pengereman memang tidak ada, namun lebih cenderung hanya sekedar body cosmetics untuk mempercantik tampilan. Terus terang saya agak risih melihat reservoir belakang terlihat begitu mencolok..

Beginilah kira-kira bentuk produk A-Tech tersebut…

Eits.. salah gambar, hihihihihi maaf :D   Yang bener produk A-Tech seperti ini tampilannya…

Lah, jadi yang gambar pertama apa dong…??? Ya sesuai judulnya gambar pertama merupakan cover reservoir bikinan sendiri a.k.a DIY. Karena kesulitan untuk memperoleh produk A-Tech, akal pun berbicara dan kemudian terpikir untuk membuat sendiri memakai pipa PVC. Kenapa saya tidak membawa ke modifikator aja…? Jawabannya sederhana: dasarnya iseng dan kepuasan batin selain pertimbangan alokasi biaya untuk keperluaan putri pertama masuk TK B. Dari pengalaman membuat, ternyata mudah dan saya pikir orang lain pun bisa membuatnya, jadi saya putuskan untuk membuat guide untuk referensi.. So mari kita mulai, tapi sebelumnya:

-

Alat Yang Dibutuhkan

  • Potongan pipa PVC ukuran 1.5′ atau lebih dengan panjang secukupnya (kira-kira 7cm untuk menutupi tingginya reservoir)
  • Lilin atau Heat Gun (untuk media memanaskan dan membentuk pipa)
  • Gergaji besi
  • Spidol & Penggaris
  • Tang atau sarung tangan tahan panas
  • Amplas 2500 atau lebih
  • Bor
  • Kesabaran, waktu pengerjaan kira-kira 45 menit – 1jam (diluar pengecetan dan pengeringan)

-

Step 1

Siapkan pipa PVC dan mulailah membelah dan memotong. Gunakanlah spidol dan penggaris untuk membantu agar bisa lurus dan presisi.

Hati-hati kalau menggunakan alat potong apapun, pastikan keamanan diri dan posisi memotong yang nyaman.

-

Step 2

Nyalakan lilin atau Heat Gun dan mulailah membentuk. Jaga jarak antara PVC dan sumber api minimal 2cm, kita hanya butuh panas secukupnya untuk melemaskan pipa agar lebih mudah untuk dibentuk dan bukan untuk melelehkannya…

Pada dasarnya untuk bentuk dari cover sesuai dengan selera dan preferensi masing-masing, namun untuk memudahkan saya coba buat sketsa bentuk dan step yang saya lakukan pada cover saya…

Jangan lupa untuk dibuat lobang buat baut ukuran 10…

-

Step 3

Siap-siap untuk finishing, namun sebelumnya ada baiknya dicoba dulu pada motor agar lebih pas fittingnya… Jika telah yakin pas, maka tugas berikutnya adalah menghaluskan dengan cara diamplas halus (No. 2500 atau lebih) dibawah air yang mengalir. Untuk pinggiran cover yang kasar bekas potongan atau mungkin juga terbakar sedikit diamplas kasar (no. 500) dulu baru diamplas halus..

-

Step 4

Langkah berikut adalah memilox dengan warna pilihan masing-masing… Sebetulnya satu lapisan juga bisa, namun saya pakai 2 lapisan plus clear coat. Lapisan pertama semprot dasar dan dijemur minimal 3jam, amplas halus lagi dibawah air mengalir. Kemudian lapisan 2 dibiarkan lagi dan seterusnya (tergantung mau berapa lapis) sampai ke clear coat… Tujuannya sih sederhana agar cat lebih kuat menempel dan agak tebal karena pastinya akan bersentuhan dengan foot peg passenger..

-

Step 5

Istirahat dulu sambil nunggu kering bener… boleh makan, minum, atau maen ke forum… :D

-

Step 6

Setelah kering lebih kurang akan seperti ini…

Berikut perbandingan dimensi dengan korek api…

-

Step 7

Saat yang ditunggu-tunggu… pasanglah di N250R dan nikmati hasil kerjanya masing-masing. Berikut beberapa pic dari samping, belakang, dan birds eye view…

Dari samping terlihat tertutup dan rapih, namun dari belakang masih terlihat garis-garis min & max oli. Disini saya sengaja biar tetap gampang untuk mengontrol. Terlihat juga bahwa tutup masih bisa dibuka dengan mudah karena fleksibilitas pipanya jadi tidak mudah patah. Akses ke sekrup pengunci tutup reservoir juga saya tidak tutup seperti punya A-Tech agar pada saat service sang montir tidak perlu bersusah payah membuka cover hanya utk mencapai sekrup pengunci…

Mudah kok bagi siapa saja, dan seperti biasa hanya 7 step… Itungannya juga murah jatuhnya – tinggal pake pipa bekas (kalau ada di rumah atau minta sedikit sama tetangga yang lagi renovasi hihihi), pilox (Black Flat) sisa ngecat dudukan plat nopol (modal 15rb) masih ada sisa lagi untuk cat heat protector (keduanya akan dibahas dalam DIY tersendiri), alat-alat lainnya saya yakin tersedia di rumah masing-masing. Enjoy dan selamat mencoba…

Salam

Note:

  • Grafik – Self Created
  • Photo – Own Collection (BTW: Sorry for the ugly pics… Took it with my mobile)





Kepada Para Pemilik Baru Ninja 250R

14 05 2008

Dari browsing nggak sengaja ketemu gambar-gambar Ninja 250R yang “nyium aspal” pada kecepatan 10 Mph (lebih kurang 16 kmh lihat gambar spedo ada ukuran untuk kmh)

Apa hasil dari kejadian ini…?? Menurut yang punya dari forum “Kawi Forums”…

- Fairing depan atas tergores…

- Fairing depan kanan bolong tertembus…

- Setang kanan tergores berikut pedal rem…

- Spion kanan lecet…

- Setang bengkok dikit, pedal remnya juga (mungkin karena menahan bobot motor…)

- Sein kanan hilang

- Pijakan kanan bengkok

- Fairing belakang kanan lecet dan retak…

- Knalpot… yah bisa ditebak deh….

Foto Fairing Depan

Foto Fairing Belakang

Nyesek juga… apalagi ceritanya dia baru dapet…. Dengan bobot kalau nggak salah lebih dari 150 kg, terjatuh dalam kecepatan rendah juga bisa fatal untuk Fairing… Pemiliknya sendiri untungnya cuman keseleo nyoba nahan beban motor pas jatuh…