Chapter 05 – Simple Engine Warmup

3 12 2008

Memanaskan motor boleh dibilang merupakan kewajiban setiap kali hendak berkendara setelah mesin dingin (entah pertama kali nyala di pagi hari maupun setelah berhenti terlalu lama ketika parkir). Tujuannya sederhana agar mesin ketika dikendarai telah mencapai suhu operasi yang optimal, dalam kasus N250R kira-kira 63′C. Sesuai dengan saran dari primbonnya N250R waktu pemasan optimal mesin lebih kurang 5-10 menit pertama dimana 2-3 menit dipanaskan ditempat dan sisanya sekitar 3-7 menit dengan dibawa jalan dengan RPM normal. Yang mau saya bahas perihal engine warm-up adalah pada 1-2 menit pertama (pemanasan ditempat), mungkin gampangnya dibagi 2 sub pokok: pertama sebelum di starter kedua ketika sudah distarter (sedang dipanaskan) yuk di mulai saja… ;)

.

I. Sebelum di starter

Ada baiknya motor dipanaskan dalam kondisi tegak (vertikal) dengan menggunakan paddock, kenapa..? tujuannya sederhana agar oli mesin dapat melumaskan semua komponen mesin secara merata dan tidak hanya pada satu sisi saja (dalam hal ini kalau di stand samping maka oli mesin akan terfokus pada sisi kiri). Kira-kira kalau digambarkan akan seperti berikut….

Nah masalahnya nggak semua orang punya paddock atau mungkin saja lagi di parkiran gedung yang tentunya kita pun tidak membawa paddock, bagaimana…? Sebenarnya nggak pa-pa juga (pastinya kawasaki juga sudah memperhitungkan) namun efeknya mesin akan lebih cepat panas di sebelah kanan karena pelumasannya kurang optimal (pelumas juga merupakan sistem pendinginan), sedangkan sebelah kiri akan lebih lambat panas karena pelumas yang berlebih akan menyalurkan panas lebih baik. Makanya di primbon ditulis 2-3 menit saja untuk pemanasan di tempat selebihnya dibawa jalan. Alternatifnya adalah dipanaskan sambil kitanya duduk dimotor dan ditegakkan atau menggunakan kayu kaso dan diganjal ke stand samping (biasanya kalau dirumah ada dong potongan kayu kaso). Berikut adalah gambaran kalau kita menggunakan ganjalan di stand, perhatikan oil levelnya akan terlihat perbedaannya..

Waduh, jatuh nggak kalau pakai kaso…? Nggak jatuh kok selama masih miring walau sedikit, mungkin kalau memakai kaso tidak akan 90′ mungkin hanya 80′. Namun tujuannyakan agar motor mendekati tegak, cape juga kalau duduk bengong selama 2-3 menit… hehehehe… Dan juga kita bisa manfaatin 2-3 menit pemanasan untuk motorcycle precheck daripada cuman duduk di atas motor.

Masalah lainnya yang sering jadi pertanyaan adalah perlukah choke-nya diaplikasikan…? Kalau menurut primbon choke itu baru disarankan untuk digunakan apabila suhu udara dibawah 18′C (biasanya di negara 4 musim kalau musim dingin bisa dibawah itu). Nah kalau di Indonesia yang notabene suhu paling dingin di pagi hari jarang sekali dibawah level 20′C (paling antara 23-25) maka penggunaan choke tidak diperlukan alias langsung starter saja, ini IMHO loh. Namun kalau masih mau menggunakan choke, maka chokenya ditarik dulu kira-kira setengah baru distarter kalau ternyata masih kurang ditambah dikit-dikit.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan motor akan sulit distarter, untuk itu jangan memaksakan dipencet terus tombol starternya (maksimal 15 detik). Tunggu kira-kira 20 detik lagi dan coba starter lagi (kalau perlu dibantu dengan digas dikit atau pakai choke seperti diatas). Tujuannya sederhana selain memperingan kerja aki juga untuk menjaga dinamo starter atau starter motornya agar tidak cepat panas dan rusak.

.
II. Ketika distarter (atau sedang dipanaskan)
Pertama-tama check semua indikator dalam posisi nyala/normal (Oil, heat, gear) menurut primbon hal ini hanya menandakan mesin siap distarter dan aki mendapat suplai yang cukup. Setelah mesin dinyalakan seharusnya semua lampu tersebut mati (kecuali Gear tetap netral/On), bila ada indikator yang masih nyala kemungkinan ada masalah pada komponen terkait misalnya bila lampu engine oil nyala kemungkinan besar oli mesin kurang atau setelah 2-3 menit dipanaskan lampu temp nyala mengindikasikan mesin overheat (atau ada komponen pendinginan yang tidak bekerja, co: waterpump, kipas, dll). RPM normal idle akan menunjukkan sekitar 900-1000 RPM (dalam kondisi dingin) dan kemudian meningkat jadi posisi 1000-1200 (ketika mesin sudah panas).

Biarkan mesin jalan normal di idle sampai 2-3 menit. Nah sambil nunggu panas ada baiknya kita sambil cek komponen lainnya. Lampu-lampu dicoba dan ditest (Lampu utama, rem, sign, dll).

Minyak rem dan air radiator (yang ini agak ngintip dikit dibalik fairing kanan) di cek apakah kurang dan apakah perlu ditambah. Jangan lupa untuk ngolong dan periksa sekitar tutup filter oli dan oil drain valve, apakah ada oli mesin yang bocor atau ngerembes (dipegang jangan cuman dilihatin, mesin karena baru nyala masih cukup dingin untuk meraba-meraba komponen tersebut).

Tekanan angin ban dicek apakah pas (kalau ban standard depan 28, belakang 32). Jangan sampai kurang atau kempes, ban kempes salah satunya akan memperberat kerja mesin karena berat (efek dragging). Jangan juga sampai kebesaran tekanannya, tekanan ban yang terlalu besar akan berpengaruh sama grip yang tidak maksimal (luas permukaan yang menyentuh aspal berkurang). Selain itu kalau ban telah mencapai suhu operasi maka tekanan angin di dalam akan memuai, kalau kebesaran nanti meledug lagi… :D Cek angin dengan menggunakan air presure gauge (lebih presisi), kalau tidak punya bisa dilatih dengan menggunakan tangan. Caranya: isi ban ke tukang ban dan tekan-tekan bannya, rasakan tekanan dengan menggunakan tangan. Inilah yang menjadi benchmark kita kalau menggunakan tangan, lama-lama tangan kita akan terlatih untuk merasakan kalau tekanannya kurang (walaupun tidak presisi minimal mendekati).

Terakhir yang bisa kita cek adalah warna asap yang keluar dari exhaust. Asap adalah cara paling mudah untuk mengindikasikan kerusakan pada mesin tanpa harus membongkarnya. Kira-kira begini kalau menurut primbon N250R:
- Asap berwarna putih, merupakan indikasi kemungkinan oli mesin masuk ke ruang pembakaran. Komponen/kerusakan bisa pada: Piston oil ring warn, Cylinder warn, valve oil seal damage, valve guide worn, engine oil level to high.
- Asap berwarna hitam, merupakan indikasi terlalu banyak campuran bensin pada pembakaran (kurang udara). Komponen/kerusakan bisa pada: Air cleaner cloged, Main jet too large, choke plunger stuck open, fuel level in carburator bowl too high.
- Asap berwarna kecoklat-coklatan, merupakan indikasi terlalu banyak campuran udara pada pembakaran (kurang bensin). Komponen/kerusakan bisa pada: Main jet to small, fuel level in carburator bowl too low, air cleener duct loose, air cleaner poorly sealed or missing.

Setelah warm-up di tempat (2-3 menit), sekarang warm-up jalan. Bawalah N250Rnya dengan RPM normal selama 3-7 menit sambil menuju lokasi perjalanan (hindari pemakaian RPM tinggi pada menit-menit pertama tersebut). Kalau memang hanya berniat untuk memanaskan tanpa tujuan pergi, ada baiknya tetap dibawa jalan walaupun hanya 1-2km keliling rumah… Ini merupakan motorcycle precheck sederhana, untuk precheck yang lebih lengkap bisa dilihat di safety defensive riding thread T-CLOCS…

Artikel ini pernah saya tulis sebelumnya untuk forum N250R di http://www.ninja250r-community.com/forum/forumdisplay.php?fid=7

Hope it helps…


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar